Senin, 29 Oktober 2012

Pertemuan Singkat


Sore itu anak – anak sudah berkumpul di aula, berbagai macam siswa dari perwakilan sekolahnya datang untuk ikut serta dalam kegiatan yang dibuat oleh Pimpinan Daerah yaitu acara workshop yang membahas tentang bagaimana cara menghadapi para peserta MOS (Masa Orientasi Siswa) dan juga dilatih untuk menjadi seorang panitia MOS di sekolahnya.

Namaku Awan dan kedua kakak kelasku Anwar dan Dhana juga ikut serta dalam kegiatan tersebut, acara ini diadakan di sekolah lain, ketika acara pembukaan aku melihat sekelilingku banyak sekali orang yang tidak aku kenal berkumpul pada suatu ruangan. Ketika saat itu aku saat merasa seperti ada yang memperhatikanku. Namun mungkin itu hanya perasaanku.

“hey, awan lu kenapa kaya orang aneh ? Oiya gue lupa kalo lu autis !” Anwar meledekku.
“hahahahaha” suara Dhana yang sedang mentertawaiku
“dasar tung-tung bukan gitu, gue ngerasa ada yang aneh aja” jawabku
“ada hantu atau lu emang lagi mabok dasar botis ? Hahaha ” ujar Dhana
“gak, udahlah gak usah dibahas” jawabku kesal

Ketika acara pembukaan telah usai para peserta diperintahkan untuk turun kelapangan untuk pembagian kelompok.
“kalian semua bawa sapu tangan kan ?” Tanya panitia workshop.
“bawaaa !!!” Jawaban serentak dari para peserta.
“baiklah sekarang kalian semua turun ke lapangan” ujar panitia

Dan semua peserta pun turun atas instruksi dari kakak panitia
“Dhan, kira – kira kita mau di apain yah ?” Tanyaku
“Mana gue tau, mau di bakar kali” jawab candaan Dhana

“sekarang kalian tutup mata kalian semua dengan sapu tangan yang kalian bawa !” Ujar arahan dari panitia
“kalian disini untuk pembagian kelompok, kakak akan kasih ke kalian kertas yang bertuliskan nama kelompok kalian yang berisikan nama hewan, jadi kalian harus menirukan suara-suara hewan tersebut untuk mencari teman yang akan menjadi kelompok kalian” ujar panitia yang lain kembali memberi arahan.

Atas intruksi dari panitia kami pun menutup mata kami dan setelah itu mereka memberikan kami seutas kertas yang berisikan nama kelompok kami. Setelah aku membukanya ternyata aku mendapatkan kelompok ‘Kucing’. Dalam hati ku berkata “yah elah kenapa harus kucing sih apa gak ada yang lain apa”

Atas instruksi panitia kami pun berteriak sambil menirukan nama kelompok kami, berhubung aku mendapatkan kelompok kucing aku pun melakukannya dengan mau tidak mau.
“Meong… meongg.. Meongg..” Teriakku.
“Mbeee.. Mbee”, “guk.. Gukk..”, “moooo.. Mooo” suara – suara yang kudengar dari peserta lainnya.

Begitu aku berteriak tiba – tiba ada orang yang menarik lenganku dan dia menanyakan
“lu kelompok kucing yah ? Gue juga kelompok kucing” ujarnya. *Inayah

Setelah kita semua mendapatkan kelompoknya, kami pun membuka tutup mata kami. Setelah ku buka ternyata dikelompokku ada 1 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Lalu kutanya pada mereka nama mereka masing – masing. Dan 1 orang laki-laki itu bernama Andar, dan 4 orang perempuan itu bernama Ani, Ayu, Inayah, dan Aliya.

“nama lu siapa ?” Tanya Aliya
“Awan” jawabku
“apa ? Nawan ?” Tanya Aliya lagi
“AWAN !!” Jawabku kesal karena ia salah menyebutkan
“oh Awan, maaf deh maaf” perkataan maaf Aliya padaku

Setelah pembagian kelompok usai, kami para peserta pun kembali ke aula untuk pemberian materi. Sesampainya di aula para peserta disuruh untuk membuat yel-yel kelompoknya. Setelah itu terbuat dan berlangsungnya materi aku seketika bingung karena sebuah film reality show Penghuni Terakhir yang biasa aku tonton, pada malam kemarin aku tidak menontonnya, aku pun bingung siapa yang terekstradisi kemarin, aku pun mengeluh sendiri seperti orang autis.

“ihh siapa kali yang terekstradisi kemaren, penasaran nih gue gara-gara tidur lebih awal” isi keluhanku
“oh Andra” jawab Aliya tiba-tiba
“dih.. Emang lu suka nonton Penghuni terakhir juga yah ?” Tanyaku
“iyalah, gue tuh paling suka sama aa dozeg, lu sukanya sama Andra yah” Tanya Aliya
“iya, tapi sayangnya kata lu dia baru di ekstradisi jadi galau dah gue” jawabku.

Pada saat materi berlangsung aku selalu mengobrol bersama Aliya tapi dilain sisi aku mengharapkan sms dari teman dekat ku, dia bernama Pilly dia adalah satu-satunya perempuan yang dekat denganku kala itu. Aku yang tadinya ingin berakting menjadi pria yang cool. Namun, akhirnya akting itu pun gagal setelah aku mengobrol dengan Aliya tiap detik, tiap jam dan tiap materi berlangsung.
“Apa mungkin aku menyukainya” tanyaku pada diriku sendiri
“ah mungkin perasaan kosong doang kali” jawabku sendiri

Keesokan Harinya.
Karena acara ini melatih kepemimpinan dan kesiapan para calon panitia MOS sekolah nantinya. Maka acara ini hanya berlangsung 2 hari 1 malam. Jadi aku dan para peserta lain harus menginap disekolah itu. Dipagi hari aku melihat Aliya dan aku pun menyapanya
“Hai, Selamat Pagi Aliya” sapaanku.
“Selamat pagi juga Awan” jawabnya sambil tersenyum


Tiba-tiba temannya menghampirinya dan mungkin aku merasa mengganggunya akhirnya aku pun pergi. Para panitia menyuruh kami untuk segera ke aula untuk materi berikutnya. Ketika materi berlangsung Aliya mengajakku mengobrol lagi.

“ih sumpah ya lu tuh orangnya asik, tapi berisik sama bawel banget, jadi pusing gue jadinya” ujarnya sambil tertawa
“baru tau ya kalo gue orangnya asik, jangan panggil gue Awan kalo gue gak bias bikin ceria orang lain” jawabku dengan bangga
“iya sih, tapi kalo gue tantang lu berani gak ?” Tanya Aliya
“apa dulu tantangannya ? Nanti aneh-aneh lagi” tanyaku
“gak aneh - aneh kok, lu kan berisik tuh, gue cuma mau minta lu supaya diam tanpa kata sedikit pun kata yang keluar gimana bisa gak ? ” Tantangannya untukku
“yah elah yaudah yang kalah traktir yah ?” Jawabku
“oke, itu juga kalo lu bias” ujar aliya

Setelah beberapa menit aku pun mulai menjalankan tantangan tersebut. Tantangan itu memang sedikit sulit. Banyak godaan yang dating mulai dari Andar yang selalu bertanya padaku dan juga Inayah. Terpikir olehku untuk mencari kenangan – kenangan dari acara tersebut. Aku pun menulis bukuku “Minta nomor hp sama tanda tangan dong buat kenangan - kenangan !” Dan aku serahkan pada teman satu kelompokku. Tapi Aliya membalasnya dengan “Kasih tau gak yah ?” Dan disitulah kami malah saling berkomunikasi bedanya hanya lewat tulisan saja.

Acara yang berlangsung 2 hari itu pun berakhir, sebelum pulang para peserta disuruh untuk mengomentari para peserta lain dalam sebuah kertas. Aku pun sedikit terkenal disana dengan adanya komentar yang positif namun, ada juga yang berkomentar bahwa aku (Bawel, berisik, gak lucu, so cool, autis, aneh, tijel dan yang paling parah adalah like a monkey) dan pada akhirnya aku dan peserta lain membereskan barang bawaan dan bergegas untuk kembali ke rumah masing – masing dan disitulah pertemananku dengan Aliya berakhir. Tidak ada lagi yang bisa mengobrol denganku dengan asik selain Aliya dan Pilly. Padahal disitu aku sudah mulai menyukai Aliya. Aku mengharapkan suatu yang special dari dirinya akan tetapi acara disinilah aku dan Aliya dipertemukan dan sekaligus dipisahkan. Dan akhirnya aku pun pulang bersama kedua kakak kelasku  Anwar dan Dhana. Aku berharap suatu hari nanti aku dapat bertemu dengannya untuk kedua kalinya.